Go!! Fight!! Win!!

Hidup mulia atau mati syahid.. Kecil bahagia... Muda tak sia-sia... Tua bijaksana... Mati masuk surga

Ada Apa dengan PAlestina?

Ada Apa sih Dengan Palestina?

Pasti pernah dengar deh kata PALESTINA! Yup, Palestina memang bukan nama makanan, bukan nama merk sepatu atau pun baju terkenal. Palestina sering disebut-sebut oleh kakak-kakak Mentor Rohisku dulu, kakak-kakak kelas yang ikut nimbrung di Rohis, sering nongol juga di televisi dan sering up to date di majalah-majalah Islami.

Mungkin ane juga termasuk salah satu orang yang menurut kak Shofwan Al Banna di buku “PALESTINA Emang Gue Pikirin?” disebut ‘GAPLEK’ (Gagap Palekstina). Secara orang-orang udah banyak syahid (nah istilah apa lagi noh), ane masih asyik-asyik ngobrol ma teman-teman sekelas, dan yang diobrolin pun kadang kala tak penting-penting amat.

Bagi teman-teman yang kayak ane (baru mau mulai ngelirik Palestina), paling yang kita tahu, Palestina itu ialah negara yang tak henti-hentinya bersimbah darah, entah itu di bom, di bunuh dengan senjata atau negara yang tak hentinya terkena konflik.

Kadang kala perbincangan tentang Palestina buat ane bosen sendiri. Gak di musholah sekolah ampe kantin One temen-temen yang para aktivis itu ceritanya Palestina mulu (soalnya emang lagi hot, gak kalah hot ama gorengannya One) hehe.. Hingga suatu ketika, temen ane yang gila baca, menceritakan sebuah kisah nyata tentang perjuangan orang-orang di Palestina. Bagaimana kegiatannya sampe perlawanannya. Wuih, asli jadi semangat nyari tahu tentang Palestina.


So, Palestina Kenapa?

Sobat, tahukah kau di Palestina itu terdapat banyak senjata? GUBRAK! Bukan pisau buat motong daging atau pun gergaji buat motong kayu. Di Palestina sana terdapat banyak tank bersenjata berat dengan berjubel-jubel tentara tak berhati yang kemudian kita sebut saja dengan ‘zionis’. Para zionis dengan senjata-senjata berat mereka tiap hari bersenang-senang dengan ngerjain teman-teman kita di Palestina. Mereka yang tiap hari membunuh para wanita dan anak-anak. Mereka dengan tank raksasa itu yang telah meratakan sekolah, rumah, masjid sedatar tanah.

Sobat, di Palestina juga banyak perawan-perawan Palestina yang diperkosa dengan mem-babi buta (padahal babi aja gak buta) oleh para tentara tak berhati tadi. Warga sipil banyak yang terluka hingga meninggal karena terkena bom yang dijatuhkan dari pesawat tempur mereka. Anak-anak kecil yang pergi sekolah dijahilin sama antek-antek bersenjata tadi, aduuuh, bayangin aja deh, adek kita yang mau pergi sekolah lalu ketemu sama mereka lantas adek-adek ada yang dianiaya dan ada yang di dor, waaah kejam kan?

Lantas, udah tahu sedikit wabah tentang Palestina apa yang harus kita lakukan? Mungkin untuk saat ini yang bisa kita lakukan ialah Ber’DOA. Do’a itulah yang membuat kekuatan mereka menjadi lebih waah.. Do’a ialah suplemen makanan untuk saudara kita di Palestina.

Untuk selanjutnya banyak hal yang dapat kita lakukan. Apa kita harus ikut berperang? Jarak bukan berarti halangan loh. Ikut demo, long march, beli gantungan tas Palestina (padahal ane belum punya) itu ialah salah satu tanda peduli kita terhadap mereka. Isi celengan-celengan yang tandanya ada “Untuk Saudara Kita di Palestina” juga termasuk membantu saudara kita di sana.

Gak pa deh dimulai dari yang kecil-kecil dulu. Paling gak, kita udah sedikit tahu ada apa dengan Palestina. Untuk selanjutnya sobat bisa baca buku-buku yang berhubungan dengan Palestina. Biar lebih ngeh dan komplit.

Yukzz,, ikutan berjuang!! [Voe_Khadijah]

Read More......

My MatriKulasI


My MatriKulasI


Wuah, sudah jarang sekali ane ngutak-ngatik ni blog, akhirnya nulis lagi. Bukan karena sibuk belajar buat persiapan Ujian Nasional atau buat tes SNMPTN, bukan! Tapi, karena ane sibuk berselancar ke Multiply, Friendster, Facebook dan E-mail. Lagi hobby sih.

Dua hari ikut matrikulasi, hampa dan kosong bangend dari dunia maya. Selasa-Rabu, 21-22 Juli 2009, ane sudah berasa sedikit menjadi anak kuliahan neh. Yang tadinya nangkring di kelas sambil dengar guru ngajar, sekarang ane udah dengar yang namanya dosen ceramah. Yang biasanya ngeliat orang-orang berseliwiran dengan seragamamnya, sekarang ngeliat kakak-kakak tingkat dengan beragam warna dan bentuk kostum plus almamaternya. Huaaaah,,, jadi pengend neh dapat almamater.

Hari pertama perkenalan dengan beberapa dosen FISIP UNIB dari berbagai jurusan. Kemudian, dilanjutkan penyampaian tentang dunia kuliah FISIP oleh pak Rektor. Baru setelah itu dilanjutkan oleh dosen-dosen yang lain dengan penyampaian yang berbeda. Tentang hukuman dan sanksi hingga hadiah-hadiah dari Universitas bagi mereka yang berprestasi (euh! Jadi ngeh deh dengar beasiswa. Pengend dapetin nih.)

Eh, ternyata kita-kita gak langsung pulang ke rumah. Anak Ilmu Komunikasi (cieee, hiks... jadi terharu nulisnya) di kumpulkan oleh kakak tingkat yang tergabung dalam HIMIKOM FISIP UNIB. Apa yang mereka lakukan? Berteriak hingga melotot? Menendang hingga berdarah? Atau menampar sampai bengkak? Upz, BUKAN!! Jangan mikir yang horor-horor gitu dund. Mereka di sana mengumpulkan kami di ruang S1-Kom dan masuk dengan damai plus senyum cool terbaik mereka, wibawanya jelas gak ketinggalan dong, hehe.

Lantas apa yang mereka lakukan? Ternyata kakak-kakak HIMIKOM FISIP UNIB ini memperkenalkan dirinya kepada kami, serta seperempat lembar kertas berisi lagu MARS HIMIKOM dan para kakak tingkat memberi kami tantangan untuk menyanyikan lagu ini besok harinya tanpa teks. Whatz #$%^@TF.. Hiks,, yang lain banyak protes. Tapi ane? Berusaha untuk menikmati walau padahal diri ini tak bisa bernyanyi. Lagi pula, nyanyinya gak sendirian kok. Ada teman-teman yang lain yang bantu, karena kita dibagi dalam beberapa kelompok.

Hari kedua, dengan dosen pembicara, Ibu Gusti, kami dapat mengetahui ilmu komunikasi jauh lebih dalam, jauh lebih dalam dari sebelumnya. Gimana proses belajarnya, SKS, hingga diskusi massal kami dengan beberapa dosen. Dan mereka juga menyampaikan kabar yang mengembirakan. Owh, dosen komunikasi ramah-ramah ya... Bu Gusti juga bercerita, atas perjuangan Pak Mas Agus, kita yang nantinya bergelar S.Sos, berganti menjadi Si.Kom. Waeh, jadi ngeh neh dengernya.

Usai ISOMA, kami di isi oleh kakak-kakak HIMIKOM 2009/2010. Orang-orangnya ramah, gokil, lucu, plus bersahabat buanget. Asli, teman-teman malah banyak yang cerita ke ane, waktu kakak-kakak HIMIKOM masuk, rasanya seperti OSPEK saja, soalnya bikin deg-degan. Seiring berjalan waktu, huaw, mereka itu bak kakak sendiri loh. Gak rugi masuk komunikasi, tapi liat aja OSPEK ntar, apa yang akan mereka lakukan? Piiiss... salam damai dan cinta kami ya kak (sok polos mode on).

Kami dikenalkan dengan HIMIKOM dan ekstrakulikuler (badan-badan) yang dinaungi oleh jurusan Ilmu Komunikasi. Usai menyanyikan lagu Mbah Surip ”Tak Gendong” versi kami. Kami diajak mendatangi enam pos, Pos HIMIKOM, Pos Badan Periklanan, Pos Mading, Pos BASKOM, Pos Penyiaran, dan Pos Olahraga. Sueru, cuenang, dan tambah semangat. Thanks kakak-kakak..

Pulang berkelana dari pos-pos bergengsi anak-anak ilmu Komunikasi. Kami back to tempat ngumpul semula. Dan tibalah pada acara yang bikin lemas. Nyanyi lagu MARS HIMIKOM. Udah dihapalain sih, mungkin karena capek jadi gak hapal. Padahal udah dikompor-kompori dengan hadiah-hadiah berbungkus guede dari kakak tingkat.

Yuks, nyanyi sama-sama...


MARS HIMIKOM

Bergerak serentak HIMIKOM FISIP UNIB
Meraih cita-cita bangsa
Di Komunikasi kita saling menghimpun
Bina persaudaraan

Mahasiswa Ilmu Komunikasi
Kreatif cerdas Inovatif
Bersatu padu kita menuju cita
Raih keberhasilan
Di naungan HIMIKOM

Maaf catatan ane ilang, cuma ingat dua bait. Kalau udah ingat ntar ane tambahin lagi.

Usai semua kelompok nanyi baru diumumin pemenangnya. Kemudian, para kakak tingkat mencoba untuk berbaur dengan kami. Mereka bernyanyi bersama. Aeh, kekeluargaan yang pernah kudapati dulu. Dulu... dulu sekali... persahabatan yang belum mengenal Ukhuwah Islamiyah, persahabatan SMP ku dulu. Penuh dengan tawa, kesenangan, dan ke-aroganan.


MENCOBA UNTUK TETAP ISTIQOMAH

Sempat sedikit kecewa, ane gak nemuin satu pun senior ikhwan atau pun akhwat yang aktif di HIMIKOM. Satu hal yang ane syukurin, Allah memberi ane kesempatan buat kuliah duluan (matrikulasi). Di sana, ada seorang sahabat karib yang menanti dunia kuliahan. Sangat menginginkan kuliah. Semangat yang tangguh dan patut di contoh.

Lokasi tempat kuliah yang cukup jauh dengan Darul Ulum, mungkin buat kesempatan bertemu para akhwaters dari fakultas lain agak sulit. Alhamdulillah, ternyata di PPA ada beberapa ADS yang ikut nimbrung di Ilmu Komunikasi.

Diri ini harus tetap istiqomah dan beriman dalam naungan hidayah Allah. Hidayah Allah itu bisa saja hilang, jika tak dipertahankan. Ane mencoba untuk selalu konsisten halaqoh dan mencoba juga untuk mengisi ruhiyah pada adek-adek binaan. Dan tetap meningkatkan ihsan. Allah selalu mengawasi, dan semoga diri ini selalu merasa terawasi oleh Allah. Aamiin,,,

Apapun kamu dan bagaimanapun pekerjaan kamu. Ingat Voe, pekerjaan pertama ialah da’i baru diikuti oleh pekerjaan yang lain. Allahu.. Allahu... Allahu...

TETAPLAH DI JALAN INI, ISLAM YANG KITA CINTAI SAMPAI MATI..

HARAPAN ITU MASIH ADA )!(



Read More......

Untuk Para Akhwaters


Akhwat... Jangan Selingkuh!!

(Voettie W)
Dulu kau habiskan waktumu
berlama-lama bermanja dengan Allah
Mencurahkan semua isi hatimu
Namun, sekarang kau selingkuh!
Kau lebih memilih laki-laki itu
Berlama-lama bermanja dengannya
serta mencurahkan isi hatimu

Dulu kau begitu senang membaca surat cinta Allah
Bertilawah dengan indahnya
Tak lupa kau baca terjemahannya
Namun, sekarang kau selingkuh!
Kau memilih surat cinta laki-laki itu
Kau baca berulang-ulang
Tak lupa kau baca majalah cengeng tak berguna

Dulu kau begitu cinta ke masjid
Menjalin silahturahmi dengan saudara
Saling mengingatkan dan menguatkan
Namun, sekarang kau selingkuh!
Kau lebih cinta jalan ke mall
Mencuci mata alasannya
Menghabiskan uang dan waktu untuk hal tak berguna

Dulu kau keluarkan uang di dompetmu untuk infak
Mengharap ridho dan sayang Allah
Mencoba memberi hak pada orang yang butuh
Namun, sekarang kau selingkuh!
Uangmu lebih senang kau tumpuk
Terkadang kau pakai untuk beli cream pemutih
Atau untuk beli makanan mewah

Dulu kau bersemangat untuk jihad,
setelah nonton korban Palestina
Berharap menjadi Jundullah
Namun, sekarang kau selingkuh!
Lebih senang nonton sinetron
Mengidolakan artis dengan lebai
Bahkan kau berharap bisa jadi seperti mereka

Wahai akhwat...
Jangan selingkuh!
Banyak yang butuh dirimu!

Read More......

Tobat Kami di MuskuL

TRAINING MOTIVATION
OLEH TIGA SERANGKAI SOLO

Kemarin ialah hari terindah bagi siswa/i kelas XII IPA dan IPS SMAN No. 6 Kota Bengkulu. Bagaimana tidak, mungkin baru kali itulah terasa syukur berlimpah pada Allah swt. Mereka merasa mahkluk paling beruntung di dunia, karena telah beromantis ria dengan Allah swt.
Semua bermula dengan rendahnya motivasi di SMAN no. 6 Bengkulu. Motivasi yang tinggi hanya dimiliki oleh beberapa orang siswa/i. Kepala Sekolah SMAN 6 yang telah diangkat menjadi sekretaris Diknas, H. Dani Hamdani, M.Pd meminta tolong kepada tim tiga seragkai untuk memberikan motivasi spiritual kepada anak-anak SMAN 6. Jikalau spritual telah menjadi landasan maka untuk yang lain akan terasa lebih mudah.
Tepat pada hari Kamis, 12 Maret 2009 sekitar 255 orang siswa/i SMAN 6 Bengkulu mengikuti training motivation yang bertempat di Masjid Zaidul Ulum SMAN 6. Kontan saja masjid sejuk dan sederhana itu menjadi membludak.
Pukul 08.00 WIB acara dimulai, acara dimulai dengan perkenalan yang diawali dengan sang trainer kemudian dilanjutkan kepada ahli-ahli yang lain. Perkenalan berperantarakan slide show yang begitu hebat.
Pembicara yang hebat tersebut memberikan aturan main dengan peserta training. Mereka tidak diperbolehkan ngobrol atau ribut selama trainer memberikan training. Sebelum lebih lanjut sang trainer bertanya kepada seluruh peserta, siapa yang pagi tadi tidak sholat subuh? Dan ternyata banyak yang tak sholat subuh. Setelah ditanya kenapa, dengan polos dan tanpa berdosa mereka menjawab MALAS. Sungguh keterlaluan.
Beliau bercerita tentang pengalaman beliau saat satu rumah sakit mengundangnya untuk bertemu kepada pasien-pasien yang kira-kira hidupnya sudah tak lama lagi. Sebagian besar dari mereka sulit mengucapkan kalimat Allah dan susah dalam menghadapai sakaratul mautnya. Tentu saja sebagian besar dari mereka tidak mendirikan sholat. Betapa sakitnya sakaratul maut, Abu Bakar menyatakan sakitnya sakaratul maut itu seperti dihunus 1000 pedang. Umar Bin Khattab jauh lebih ekstrim, sakitnya sakaratul maut saat kulit jempol kaki disayat kecil dengan pedang, kemudian daging tersebut ditarik keseluruh tubuh hingga mengelupas semanya. Oh alangkah mengerikannya.
Terlebih lagi saat sakaratul maut itu malaikat maut, Israil datang dengan wujud yang sangat mengerikan, ia datang dengan wujud yang sanagt besar seperti gunung, hitam dan bermata merah. Israil membawa tongkat pencabut yang diangkat oleh ribuat jin. Sungguh, jikalau dibayangkan itu tidaklah cukup dibanding dengan kenyataan sebenarnya. Dan itu semua hadiah bagi mereka yang meninggalkan sholat. Naudzubillah.
Trainer hebat tersebut membacakan hadist Qudsi tentang 12 siksaan yang pedih untuk mereka yang meninggalkan sholat, 12 siksaan yang digolongkan menjadi empat bagian dan semuanya akan diterima bagi mereka yang tidak melaksanakan sholat. 12 Siksaan itu antara lain;
A. Sewaktu di dunia
1. Rezeki Menjadi Tidak Berkah
2. Allah Mencabut Cahayanya
3. Dia akan Dijauhi Orang-orang Soleh

B. Sewaktu Sakaratul Maut
1. Matinya Dipersulit
2. Akan Dilanda Ketakutan Besar
3. Iman akan Dicabut
C. Sewaktu di Alam Kubur
1. Pertanyaan Dipersulit
2. Kuburnya Gelap Gulita
3. Bumi akan Menjepitnya
D. Sewaktu di Yaumul Akhir
1. Allah akan Mempersulit Hisabnya
2. Dibenci Allah
3. Langsung dimasukkan ke Neraka Jahannam
Sontak air mata mengalir bagi mereka yang sholat maupun yang tidak sholat. Mereka mulai merasakan rindu dengan Allah swt.
Setelah mukadimmah sholat dikupas “Spiritual Building Training” dimulai.
Dengan penyampaian yang hebat, trainer hebat itu mulai mengenalkan Allah swt kepada peserta. Alangkah menyesalnya bagi yang menduakan Allah dengan yang lain. Rasa berdosa tersebut kian menjadi dalam bentuk penyesalan dan air mata tak hentinya menangis. Kepala mulai pusing dan serasa mau pingsan.
Traning kedua, Muhasabah, sungguh sayangnya Allah dengan kita, memberi bentuk yang sempurna, memberi kita otak. Subhanallah, kita ini berasal dari air mani yang menjijikan. Lalu atas izin Allah kita membentuk sel yang akhirnya membelah-membelah secara rumit dan kejadian rumit ini dijaga dengan ketat oleh Allah. Hingga akhirnya berbentuk zigot dan tumbuh. Akhirnya setelah 120 hari, ditiupkan ruh oleh Allah. Namun, kita masih banyak yang sombong.
Beberapa ayat Al-Quran dibacakan. Air mata. Air mata rindu dan penyesalan terus mengalir dari mata peserta laki-laki maupun perempuan. Semuanya merasakan rindu yang teramat sangat. Ingin berjumpa dengan Allah swt. Dzat yang memiliki bumi, lautan, dan langit yang berlapis tujuh. Dan ingin rasanya bertemu Dzat yang bersemayam di arsy yang tiada tanding hebatnya.
Trainer memberi kesempatan pada peserta untuk berdoa. Semua memohon ampun pada Allah atas khilafan mereka. Air mata penyesalan terus mengalir. Allah…. Rindu Allah…. Semua peserta memanggil Allah.. Allah… Allah… Allah…
Kemudian peserta diberi kesempatan untuk meminta maaf kepada semua teman dan peserta yang lain. Suasana haru terjadi masjid sederhana itu. Pelukan dan ungkapan dosa penyesalan dari bibir-bibir para peserta berjatuhan satu sama lain.
Training ketiga, Billur Walidain, peserta diminta untuk memejamkan mata dan membayangkan wajah kedua orang tua. Wajah yang telah tua begitu lekat diwajah peserta. Semuanya menangis sesegukan. Mulai merasa rindu dengan kasih sayang dan cinta kedua orang tua. Sungguh banyak penyesalan terkuak pada hari itu. Dari bibir-bibir ikhlas meluncurlah doa untuk kedua orang tua. Ada janji-janji kecil yang terucap untuk tidak menyakiti orang tua. Oh Allah… Betapa cintanya Engkau pada kami yang telah memberikan orang tua yang begitu baik. Orang tua yang rela berhutang untuk membayar uang sekolah. Ibu yang tiap hari tak henti mendoakan anaknya dan ayah yang memeras keringat demi anaknya. Sungguh betapa besar kasih Allah itu. Bahkan orang tua ikhlas merahasiakan penyakit mereka kepada anak-anak mereka.
Peserta gemetaran, wajah merasakan mengkerut dan kepala terasa sakit. Allah... Allah yang sempurna telah mengirimkan orang tua untuk kita. Dan alangkah menyesalnya jikalau pulang nanti yang kita lihat kertas kuning bertengger di depan rumah dan dua mayat terbujur kaku di dalamnya. Dan ternyata kedua mayat itu ialah orang tua kita sendiri.
Training keempat, Guru, kami tak lepas dari sosok hebat yang satu ini. Mereka yang telah mengajarkan kami membaca, menulis, mengeja dan berhitung. Dan jikalau kami sukses nanti mereka tidak meminta apa-apa. Dan selama ini kami telah memperlakukan mereka dengan tidak baik. Ada yang membohongi mereka saat ulangan. Ada yang menirukan gaya mereka saat mengajar. Oh... Allah... betapa munafiknya kami dan betapa kami menyesal telah memperlakukan guru kami seperti itu.
Guru-guru SMA 6 diajak untuk berdiri di depan para peserta. Kami bernyanyi. Bernyanyi dari hati kami yang terdalam. Menyanyi dengan sepenuh jiwa. Kami menyanyikan lagu Himne Guru. Terlihat guru-guru kami menangis. Menangis haru. Baru kali ini kami menyanyikan lagu Himne Guru dengan begitu hikmat. Baru kali ini, setelah 12 tahun kami belajar, baru kali ini. Dan kami akan meninggalkan mereka dalam beberapa bulan ke depan. Sungguh kami mersakan cinta, cinta yang besar dari guru kami. Dan Allah… Allah yang telah mengirimkan mereka untuk kami. Allah Yang Agung.
Kami mendoakan guru kami, pikiran melayang saat kami mulai bersekolah. Guru SD kami tercinta yang telah mengajarkan kami membaca dan mendidik kami menjadi anak yang baik. Guru SMP kami tercinta, yang telah sabar menghadapi anak-anak nakal yang baru tumbuh remaja. Dan di sana kami melihat guru SMA kami dengan lingangan air mata mendengar muridnya menyanyikan lagu Himne Guru untuk mereka.
Kami mulai berdoa. Berdoa untuk guru kami tercinta. Ingin sekali rasanya menjadi anak sholeh agar Allah swt mengabulkan doa kami. Doa kami yang begitu ikhlas untuk guru-guru kami.
Acara ditutup sekitar pukul 11.00 WIB. Training yang sungguh spektakuler. Acara penutupan dimoderatori oleh kepala sekolah SMA 6 yang baru, Pak Eka. Kami berlarian menuju guru kami, menyalami mereka dan memeluk mereka dengan sayang.
Sang motivator berpamitan pada kami. Siapakah motivator yang hebat tersebut? Siapakah trainer dari PT. Tiga Serangkai itu?

Read More......

Ibunda Khadijah Al-Kubra


RESENSI MINIE

Hari/tanggal baca : Jum’at, 2 Mei 2008
Judul buku : 35 SIRAH SAHABIYAH
(35 SAHABAT WANITA
RASULULLAH SAW)
Jilid 1
Judul Asli : Shahabiyah Rasulullah saw.
Pengarang : Mahmud Al-Mishri
Penerbit : Al-I’tishom Cahaya Umat
Penerjemah : - Asep Sobari, Lc
- Muhil Dhofir, Lc.
Tebal : 814 halaman; 24 cm
Alamat penerbit : Jl. Pemuda III No. 10
Rawamangun, Jakarta
Timur 13220.
Telp. (021) 4702683,
4702684 Fax. (021) 4701795
Sub Bab 01 : Khadijah binti Khuwailid ra.


KHADIJAH BINTI KHUWAILID ra.
Wanita Teragung se-Jagat Raya

Khadijah ra. Sosok wanita yang cahayanya memancar dengan cemerlang di dalam cakrawala keimanan, kesucian, kehormatan, kemuliaan, kedermawanan, dan kesetiaan. Demi Allah, setiap peristiwa yang dialami oleh Khadijah ra. Adlah obat bagi setiap hati yang nestapa dan membersihkan pikiran dari noda dan aib, serta teladanan abadi di masa yang nyaris kehilangan teladan sejati.

Identitas Khadijah ra.
Ummu Al-Qasim binti Khuwailid bin Asad bin Abdul ‘Uzza bin Qushai bin Kilab. Keturunan suku Quraisy dari keluarga bani Asad. Az-Zubair bin Bakkar berkata “Pada masa Jalilla, Khadijah ra. Dijuluki Ath-Thahitah (wanita suci). Ibunya bernama Fátima binti Za’idah Al’Amiriyah. Suazi pertamanya Abu Halah bin Zurarah At-Tamimi (meninggal). Kedua ahíla ‘Atiq bin ‘Abid bin Abdullah bin Umar bin Makhzum. Lahir di Ummur Qura (Makkah), 15 tahun sebelum Tahun Gajah.

Sebuah Perenungan Jiwa
Khadijah ra. Hatinya bersih dan jiwanya ridho. Pikirannya matang, terhormat, taat beragama, pandai menjaga kehormatan, dan dermawan, serta salah seorang yang dijamin masuk surga. Beliau istri pertama Rasulullah saw dan memberi keturunan pada Rasulullah.

Mimpi Memeluk Bintang
Khadijah ra. Seorang wanita yang gigih, memiliki semangat tinggi, berwawasan luas, dan suka dengan nilai-nilai religius, kebersihan dan kesucian. Khadijah ra. Bermimpi ada matahari dari langit kota Mekkah dan berhenti tepat di atas rumahnya. Seluruh sedut ruangan dihiasi dengan sinar yang indah. Waraqah bin Naufal, sepupu Khadijah ra. Berkata bahwa rumahnya akan dimasuki cahaya kenabian.

Pernikahan yang Penuh Berkah
Khadijah ra., wanita yang sangat terhormat dan kaya raya. Khadijah ra.tertarik dengan Muhammad saw, karena beliau menunjukkan perbuatan mulian dan mau berkorban, serta tidak tergiur harta dan kecantikkan Khadijah ra. Saat menikah, Khadijah ra. Berumur 40 (usia matang seorang ibu) tahun dan Muhammad saw 25 tahun (usia matang seorang pemuda).

Kebijaksanaan dan Kecerdikkan Khadijah ra.
Khadijah ra.mencari kepuasan jira, kekayaan hati, dan kemuliaan ahklak. Khadijah ra.menemukan lelaki sejati yang semburna segala segi, baik ahklak, kehormatan, kejantanan, kepedulian.

Keturunan yang Penuh Berkah
Khadijah ra.melahirkan anak-anak yaitu; Al-Qasim, Zainab, (Ruqayyah), Ummu Kultsum, Fatimah, Abdullah (lelaki baik dan lelaki suci). Semua anak lelaki meninggal saat masih kecil dan yang wanita tumuh dewasa. Khadijah ra.ialah seorang istri yang ideal, yang memahami cara membahagiakan hati suazi dan anak-anaknya.

Dermawan dan Mengutamakan Orang Lain
Khadijah ra.adalah seorang wanita yang Sangay dermawan dan pemurah, menyukai hal-hal yang disukai oleh suami dan sekuat tenaga membahagiakan hati suami. Menyambut suami dengan penuh kelembutan, kasih kasing, dan keimanan yang mendalam. Khadijah ra.sanggup kehilangan segalanya; kenyamanan, kemewahan, dan kenikmatan, karena lebih memilih untuk tetap mendampingi suami dalam menjalani masa sulit. Belaiu adalah wanita yang dibekali oleh Allah dengan kebijaksanaan, pandangan yang jauh, kepribadian yang suci, dan hati yang tajam.

Keluarga yang Penuh Berkah
Khadijah ra., manusia pertama yang memeluk Islam, diikuti putri-putri dan keluarganya. Keluarga yang paling agung di muka bumi. Dari sanalah lahir pemimpin para wanita ahli surga dan saudara-saudaranya.

Tahun Duka
Kaum muslimin baru saja lepas dari penderitaa berat selama masa pemboikotan, tiba-tiba Nabi saw, mendapat musibah yang besar, Khadijah ra. Meninggal dunia, yang disusul dengan Abu Thalib. Khadijah ra., wanita yang paling tulus, ia ibarat angin kedamaian dan kebaikan yang sanggup mengeringkan dari Rasulullah saw, yang bercucuran peluh karena menerima wahyu. Beliau Sangay menghormati suami, walaupun beliau lebih kaya dan lebih tua 15 tahun.

Keistimewaan Khadijah;
- Orang pertama yang shalat bersama Nabi saw.
- Wanita pertama yang memeberi keturunan lepada Nabi saw.
- Wanita pertama, di antara istri-istri Nabi saw. Yang mendapat berita dijamin masuk surga.
- Orang pertama yang beriman lepada Allah, ketika Rasulullah menerima rízala dari Allah.
- Orang pertama yang menerima ucapan salam dari Allah.
- Rasulullah tidak menikah dengan wanita lain sebelum wafatnya Khadijah ra.
- Wanita pertama yang menganugrahkan keturunan bagi beliau.
- Wanita pertama yang masuk kategori shiddiq.
- Istri Nabi saw. Yang pertama kali meninggal dunia.
- Orang pertama yang kuburannya dipersiapkan oleh Nabi saw.

Perjalanan hidupnya merupakan bekal perjalnan menuju kesucian, kehormatan, kemurahan hati, pengorbanan dan persembahan.



Read More......

Annisa Fair Akhwat Rozul

Valentine Day vs. Palestine Day

Hari Minggu pada tanggal 15 Februari 2009, Rohis Zaidul Ulum Putri ato disapa Akhwat Rozul ngadain acara program tahunan mereka yang menggebrak. Koq dibilang menggebrak? Ok.. Liat judul yang terpampang di talk shownya. “VALENTINE DAY V.S. PALESTINE DAY”.
Berbeda dengan tahun yang lalu, kali ini pada acara Forum Annisa-nya Akhwat Rozul yaitu talk show dengan tema “ADAKAH CINTA PALESTINA DI HATI KITA?”. Yang buat acaranya tambah menggigit sebelum talk show dimulai, Akhwat Rozul menyuguhkan lagu Nasyid. Suara yang merdu dan penghayatan tingkat tinggi dari Fadhillah Rahmah membuat beberapa penonton sempat terpana.
Talk show FA tentang PALESTINE ini diisi dua orang pembicara yang udah cukup kondang di Bengkulu, selain itu mereka dekat dengan anak-anak dan remaja. Mereka ialah Bunga Yayan dan Bunda Rita. Acara yang diikuti sekitar 80 orang ini berlangsung baik dan seru, dimana kedua pembicaranya pada semangat dan menyatu dengan para undangan.
Pada kesempatan kali ini Bunga Yayan menceritakan sejarah Palestina dan Israel. Bunda Rita melengkapi dengan menyuguhkan berita, mengapa kita harus mencintai dan membela saudara kita di Palestina. Kedua pembicara saling melengkapi dan berbagi pada para peserta FA.
Acara yang telah berlangsung dari pukul 10.00-11.30 WIB dilanjutkan dengan forum diskusi. Banyak dari para peserta yang mengacukan tangan untuk bertanya dan pertanyaan mereka menambah ilmu bagi yang lainnya. Ada yang bertanya tentang kondisi Palestina, sholat dan cara berdakwah di rumah.
Akhwat Rozul gak cuma menyediakan wadah untuk menambah ilmu, tapi mereka juga menyediakan hadiah buat para peserta yang dapat menjawab pertanyaan dari Bunga Yayan dan Bunda Rita. Pertanyaan mereka berkisar tentang Palestina. Dan banyak dari peserta pada berebut untuk menjawab pertanyaan, karena hadiah spesial menunggu mereka yang dapat menjawab pertanyaan.
Setelah acara talk show, panitia dan peserta sholat dzuhur berjamaah yang diimami oleh Bunda Yayan. Setelah itu acara istirahat, di luar Musholah Zaidul Ulum terdapat stan jilbab gratis dan stan dari sponsor (Senyum Muslim). Beberapa akhwat ada yang mendaftar di stan jilbab gratis dan ada juga yang berbelanja di stan Senyum Muslim. Kemudian, acara istirahat dilanjutkan dengan Games Ta’aruf (atau perkenalan) nama gamesnya ialah Dor-Doran. Yang mana jika peserta yang satu mengedor, maka yang didor harus menyebutkan nama peserta yang mengedor kemudian menyebutkan namanya lalu mengedor peserta yang lain, dan begitu seterusnya. Acara berlansung seru dan akhwat yang lambat dan tidak tahu nama saudaranya, akan dihukum.
Setelah puas bermain, peserta dan panitia makan siang bersama. Walau lauknya telur sambal dan tempe goreng, tapi kebersamaan dan rasa ukhuwah yang dalam membuat telur serasa ayam samabal dan tempe serasa soziz (maaf gak lebai ya). Wah, ternyata nasi yang dipesan banyak sekali sisanya. Ada sekitar 100 lagi. Akhirnya sisanya nanti di bawa pulang oleh panitia deh.
Acara gak Cuma sampai disana pukul 14.30 WIB, acara puncak berlangsung. Acara selanjutnya ialah Nonton Bareng dan Muhasabah. Inga Indah, membawakan acara dengan begitu baik. Peserta dan panitia nonton korban-korban di Palestina dan melihat kondisi dari tanah dan rumah mereka. Ternyata hanya tersisa 5% dari apa yang dilakukan oleh Israel laknatullah. Bocah bersimbah darah dan kematian dimana-mana. Kematian yang indah dan harum yang terjadi oleh para syuhada. Banyak anggota tubuhnya sudah hancur dan ada juga yang terpisah-pisah. Inga Indah juga menyebutkan beberapa produk penyumbang dana untuk Israel. Beliau menibaratkan buih sunsilk yang kita pakai ialah buih darah saudara kita. Pemutih dan bodilotion ibarat darah yang diusap di tubuh kita. Pepsodent dan Lifeboy juga pembersih yang akan menjadi darah untuk saudara kita. Karena 10% dari pendapatan mereka akan menjadi peluru dan bom-bom untuk meluluhlantakkan Palestina. Semua panitia dan peserta menangis dan merasakan penderitaan saudara di Palestina.
Setelah acara Muhasabah, kami semua sholat berjamaah dan berdoa untuk keselamatan saudara di Palestina. Setelah itu acara di tutup dan Akhwat Rozul memberikan sovenir berupa gantungan kunci yang manis untuk peserta. Semoga ilmu yang kami dapatkan dapat bermanfaat dan ukhwah kami tetap berlanjut. (voe)

Read More......

Dari Buku yang Saya Baca




Pengarang: Syaikh Abdul Hamid Al-Bilaly
Harga: Rp 5.700,00
Halaman : xi + 79 hlm
Penerbit : Darul Haq

Saudariku Apa Yang Menghalangimu Untuk Berhijab?

Buku ini berbicara tentang. “Mengapa wanita muslimah banyak yang enggan berhijab?” Hijab adalah busana wanita muslimah yang menutupi seluruh bagian rubuhnya dari kepala hingga telapak kaki, dan mempunyai syarat-syarat tertentu.
Jika segenap muslimah telah mengenakan pakaian sesuai tuntunan Islam, semua menaati perintah berhijab, sungguh sekedar membayangkannya saja sudah sangat membahagiakan dan mengharukan. Jika demikian, wanita telah menyubangkan saham terbesar bagi pembentukkan masyarakat Islami.
Seorang mukmin laksana cermin dari mukmin yang lain. Cermin yang dimaksud itu, telah memantulkan gambaran akhlak dan perilaku. Sehingga Islam menganjurkan dan mengajak agar sebagian mereka mencintai sebagian yang lain.
Buku ini sangat cocok untuk segolongan kaum muslimah yang belum menaati perintah berhijab, seperti yang diperintahkan syariat.
Tindak maksiat dan syetan hanya masuk melalui dua pintu, yaitu syubhat (alasan atau keraguan) dan syahwat...

Ø Syubhat I: GEJOLAK SEKSUAL HARUS DITAHAN
Apanila seorang wanita membuka auratnya di depan seorang lelaki, maka dapat menimbulkan tindak kejahatan seksual. “Setiap kasus perkosaan yang ada selalu dilakukan dengan cara kekerasan dan itu terjadi di Amerika setiap menit sekali.” Hingga tahun 1987 survei di Amerika terjadi sebanyak 221.786 kasus perkosaan.
Wanita yang memamerkan auratnya, mempertontonkan kecantikan dan kemolekan tubuhnya kepada setiap orang, lebih berpotensi untuk diganngu oleh manusia-manusia jahat.
Wanita berhijab senantiasa melindungi dirinya dengan menyembuyikan kecantikan dan perhiasannya. Allah mensyariatkan hijab agar menjadi benteng bagi wanita dari gangguan orang lain.

Ø Syubhat II : BELUM MANTAP
Hal ini lebih tepat dibilang syahwat. Ukhti yang berdalih seperti itu tidak dapat membedakan antara perintah Tuhan dengan perintah manusia. Tidak ada alasan belum siap apabila kewajiban tersebut ditutunkan oleh Allah SWT melalui kitabnya. Bila ia menyatakan “Saya belum siap atau mantap” dengan penuh keyakinan, tanpa ia sadari ia sudah keluar dari agama Allah SWT. Naudzubillah... karena dengan mengatakan itu ia berarti tidak percaya dan meragukan perintah tersebut. Firman Allah dalam surah Al-Ahzab;39,
šúïÏ%©!$# tbqäóÏk=t7ムÏM»n=»y™Í‘ «!$# ¼çmtRöqt±øƒs†ur Ÿwur tböqt±øƒs† #´‰tnr& žwÎ) ©!$# 3 4’s"x.ur «!$$Î/ $Y7ŠÅ¡ym ÇÌÒÈ
39. (yaitu) orang-orang yang menyapaikan risalah-risalah Allah*, mereka takut kepada-Nya dan mereka tiada merasa takut kepada seorang(pun) selain kepada Allah. dan cukuplah Allah sebagai pembuat perhitungan.
(*)Maksudnya: para Rasul yang menyampaikan syari'at-syari'at Allah kepada manusia.
Tatkala Allah SWT memerintahkan agar para wanita muslimah berhijab. Dia Maha Mengetahui bahwa itu adalah salah satu sebab tercapainya kebahagiaan, kelumian dan keagungan seorang wanita.
Hijab itu wajib, dan kewajiban itu tidak diragukan adanya dalam al-Quran dan as-Sunnah.

Ø Syubhat III : IMAN ITU LETAKNYA DI HATI
Iman letaknya dalam hati dan iman tidak akan sempurna apabila hanya di dalam hati saja. Pahala amal tergantung keikhlasan hati, kelurusan niay, perhatian terhadap situasi hati, kebenaran tujuan dan kebersihan hati dari segala sifat tercela yang dimurkai Allah swt.
Ketika ukhti meyakini Islam dan beriman kepada-Nya, namun ukhti tidak menaati syariatnya, maka ukhti termasuk munafik dan merupakan sifat iblis.

Ø Syubhat IV : ALLAH BELUM MEMBERIKU HIDAYAH.
Bila ukhti berdalih seperti itu, maka dari mana ukhti tahu kalau ukhti belum diberi hidayah? Berusahalah mendapat sebab-sebab hidayah, memilih teman yang shalihah, selalu membaca, mempelajari dan merenungkan Kitab ALLAH dll, niscaya akan mendapat hidayah. Maka, hidayah tidak akan datang apabila tidak dicari.

Ø Syubhat V: TAKUT TIDAK LAKU NIKAH.
Dalih tersebut merupakan bisikan setan. Namun, jangan takut tidak laku nikah, karena jodoh berada di tangan ALLAH. Pemuda yang menyunting gadis berhijab, namanya akan menjadi harum, meskipun ia sendiri tidak termasuk orang-orang yang dinilai taat menjalankan perintah agama.

Ø Syubhat VI : BELUM CUKUP UMUR
Ketika seorang gadis mendapat haidh, seketika itu pula ia wajib berhijab, menurut syariat. Rasulullah SAW memerintahkan setiap muslim, agar melaknat tipe wanita mengenakan pakaian di tubuh mereka, tapi tidak sampai menutup auratnya, sehingga seakan-akan mereka telanjang. Begitu juga dengan wanita yang jalannya lenggak-lenggok dan bergoyang sehingga menimbulkan nafsu birahi. Lalu wanita yang rambutnya seperti punuk onta. Wanita tersebut tidak masuk surga, mencium baunya pun TIDAK!!!
Ukhti tidak dapat menajamin kalau umur bakal panjang. Walaupun masih muda, siapa tahu sedetik kemudian ajal menjemput. Dan pada saat itu ukhti tidak berhijab. Apa yang akan terjadi? Naudzubillah...
Kita tidak akan pernah tahu akan kesudahan kita, Tsu’ul Khatimah atau Khusnul Khotiman.

Ø Syubhat VII : MODE DAN BUKAN HIJAB
Berhijab sesuai dengan batas-batas yang ditentukan syariat, sehingga anda termasuk dalam golongan yang berhijan karena mencari ridho ALLAh dan takut akan murkanya.

Ø Syubhat VIII : MENGHALANGI BERHIAS
Untuk siapa aurat itu sipertontonkankan? Engkau umat mahal dan berharga, jika engkau menyembunyikan apa yang harus engkau sembunyikan sesuai dengan perintah ALLAH kepadamu. Berhiaslah demi suamimu atau sesama kaummu.

Ø Syubhat IX : HIJAB MENYIA-NYIAKAN SETENGAH POTENSI MASYARAKAT.
Hal tersebut dikarenakan wanita tinggal di rumah. Hal tersebut salah besar, karena mereka yang tinggal di rumah akan melahirkan anak-anak yang berahlak baik. Selain itu Islam menjamin kehidupan wanita.

Ø Syubhat X : HIJAB BUKAN FENOMENA BUDAYA
Mengenakan hijab terhitung satu langkah maju untuk membangun budaya masyarakat, sebab ia adalah cerminan akhlak, perilaku dan nilai yang berdasarkan agama yang lurus.

Ø Syubhat XI : ORANG TUA DAN SUAMIKU MELARANG BERHIJAB.
Ketaatan kepada ALLAH SWT harus idahulukan daripada ketaatan kepada mahkluk, siapa pun dia. Setelah itu taast kepada ortu, selama tidak memerintahkan kemaksiatan. Untuk menolak wali (ortu), jika ia memerintahkan bertabarujj (bepergian tanpa mahram) atau melarang berhijab, hendaknya ia melakukan secara hikmah.

Read More......

Salam Ukhuwah

sedang apa kalian di saat mereka bersimbah darah?
sedang apa kalian saat di sana sedang berjihad?

Di SBY

Di SBY

Quotation of the Day